
Sejak kedatangannya sebagai manajer Arsenal pttogel pada akhir 2019, Mikel Arteta telah mengukir banyak perubahan besar dalam tubuh tim, baik dari segi taktik, filosofi bermain, hingga kebijakan transfer. Salah satu hal menarik dari kebijakan transfer Arsenal di bawah komando Arteta adalah ketertarikannya pada para pemain yang berasal dari rival sekota mereka, Chelsea FC.
Hingga pertengahan tahun 2025 ini, tercatat sudah enam pemain Chelsea yang direkrut Arsenal selama era kepelatihan Arteta. Fenomena ini tentu menjadi sorotan publik, mengingat rivalitas sengit antara Arsenal dan Chelsea di Premier League. Namun di balik rivalitas itu, tersimpan alasan dan strategi yang cukup masuk akal dari sisi pelatih asal Spanyol ini.
Mari kita bahas lebih lanjut siapa saja pemain tersebut, bagaimana kontribusinya di Arsenal, serta alasan mengapa Arteta dan manajemen The Gunners begitu tertarik pada para eks pemain The Blues.
1. Willian Borges da Silva (2020)
Rekrutan pertama Arteta dari Chelsea adalah Willian, winger asal Brasil yang didatangkan secara gratis pada musim panas 2020. Meski diharapkan bisa memberikan pengalaman dan kreativitas di lini serang, karier Willian di Arsenal tak berlangsung lama dan kurang memuaskan. Ia hanya bertahan satu musim sebelum kontraknya diputus secara mutual dan kemudian bergabung ke klub asal Brasil, Corinthians.
Walau tidak sukses besar, transfer Willian menjadi sinyal awal bahwa Arteta tak segan memanfaatkan peluang dari pemain Chelsea yang tersedia bebas transfer.
baca juga: kronologi-donald-trump-alami-gangguan-pembuluh-darah-keluhkan-ini-di-kakinya
2. David Luiz (2019)
Sebenarnya transfer David Luiz terjadi sedikit sebelum Arteta resmi menjadi manajer, namun bek asal Brasil itu menjadi pemain penting di awal masa jabatan Arteta. Luiz membawa pengalaman dan kepemimpinan di lini belakang, serta membantu Arsenal meraih trofi FA Cup 2020. Meskipun penampilannya kadang inkonsisten, Luiz tetap memainkan peran vital dalam fase transisi tim Arteta.
3. Jorginho (2023)
Salah satu transfer paling mengejutkan adalah datangnya Jorginho, gelandang Italia yang sebelumnya menjadi jenderal lini tengah Chelsea. Arteta memanfaatkan situasi kontrak Jorginho dan memboyongnya dengan harga terjangkau. Kehadirannya membawa kestabilan dan pengalaman di lini tengah Arsenal, serta menjadi mentor bagi gelandang-gelandang muda seperti Declan Rice dan Martin Ødegaard.
Jorginho juga dikenal sebagai pemain yang paham taktik dan cocok dengan sistem kontrol bola Arteta.
4. Kai Havertz (2023)
Arsenal mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan Kai Havertz dari Chelsea. Pemain asal Jerman ini memang sempat tampil inkonsisten di Stamford Bridge, namun Arteta melihat potensi besar dalam dirinya. Di Arsenal, Havertz diberi peran fleksibel sebagai gelandang serang, bahkan kadang dimainkan sebagai false nine.
Musim pertamanya di Emirates sempat sulit, namun perlahan Havertz mulai menunjukkan kualitasnya, mencetak gol penting dan membantu alur serangan Arsenal menjadi lebih cair.
5. Omari Hutchinson (2022, Kembali ke Arsenal)
Omari Hutchinson adalah pemain muda yang awalnya berada di akademi Arsenal sebelum pindah ke Chelsea. Namun pada 2022, Arsenal kembali merekrutnya setelah sang pemain tidak mendapat cukup kesempatan bermain di tim utama Chelsea. Hutchinson dianggap sebagai talenta masa depan yang bisa berkembang di bawah sistem pengembangan pemain muda milik Arsenal.
6. Ben Elliott (2024)
Ben Elliott merupakan pemain muda berbakat jebolan akademi Chelsea yang juga sempat membela tim nasional U21 Inggris. Arsenal mengamankan tanda tangan Elliott di musim panas 2024 untuk memperkuat kedalaman skuad, terutama di sektor gelandang. Meski belum menembus tim utama, Elliott diproyeksikan untuk masa depan dan kini bermain reguler di tim U-23 Arsenal.
Kenapa Arteta Sering Rekrut Pemain Chelsea?
Beberapa alasan mengapa Mikel Arteta kerap merekrut pemain eks Chelsea di antaranya:
-
Pengalaman Liga Inggris: Pemain-pemain tersebut sudah berpengalaman di Premier League, sehingga tidak memerlukan waktu adaptasi yang lama.
-
Ketersediaan & Harga: Beberapa di antaranya tersedia secara gratis atau dengan harga murah, sehingga menjadi opsi logis bagi tim yang cermat dalam pengeluaran.
-
Kecocokan Taktik: Arteta tampaknya memiliki parameter taktik spesifik yang cocok dengan tipe pemain tertentu dari Chelsea.
-
Mental Juara: Chelsea dikenal sebagai tim dengan DNA juara. Arteta mungkin ingin mengadopsi sebagian dari mentalitas itu ke dalam skuad muda Arsenal.
Penutup
Fenomena Arsenal merekrut enam pemain dari Chelsea di bawah era Mikel Arteta menunjukkan adanya pendekatan yang pragmatis dan oportunistik dalam kebijakan transfer klub. Meski rivalitas antara kedua klub tetap panas di atas lapangan, kenyataannya pemain-pemain The Blues bisa memberi kontribusi berarti bagi proyek kebangkitan Arsenal.
Dengan campuran pemain muda berbakat dan pengalaman dari eks-Chelsea, Arteta berharap bisa membawa Arsenal meraih kembali kejayaan yang sudah lama dirindukan para fans—memenangkan trofi Premier League dan berbicara banyak di Liga Champions.
Apakah strategi “rekrut mantan Chelsea” akan terus berlanjut di masa depan? Waktu yang akan menjawab.
sumber artikel: cnnindonesia99.id