Banjarbaru (initogel daftar) — Pagi di Banjarbaru akan menjadi lebih bermakna dari biasanya. Di kota yang tumbuh sebagai simpul baru pendidikan dan pemerintahan Kalimantan Selatan ini, Presiden Republik Indonesia dijadwalkan hadir untuk meresmikan Sekolah Rakyat—sebuah inisiatif pendidikan yang menyasar akses, keadilan, dan kemanusiaan.
Kehadiran Prabowo Subianto dalam agenda tersebut dipandang bukan sekadar seremoni kenegaraan. Ia membawa pesan kuat bahwa pendidikan dasar yang inklusif adalah fondasi keamanan publik dan masa depan bangsa.
Sekolah yang Dibangun dari Kebutuhan Warga
Sekolah Rakyat dirancang untuk menjawab kesenjangan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga rentan. Di ruang-ruang belajar yang sederhana namun fungsional, sekolah ini diharapkan menjadi tempat aman—bagi anak untuk belajar, bagi orang tua untuk berharap, dan bagi komunitas untuk bertumbuh bersama.
Di Banjarbaru, kehadiran Sekolah Rakyat menyatu dengan kebutuhan nyata masyarakat. Banyak keluarga pekerja informal dan warga pinggiran kota yang selama ini menghadapi tantangan jarak, biaya, dan fasilitas. Sekolah ini hadir untuk mendekatkan layanan pendidikan ke kehidupan sehari-hari.
Pendidikan, Keamanan Publik, dan Kemanusiaan
Pendidikan adalah pencegahan paling awal terhadap berbagai risiko sosial. Anak yang bersekolah dengan aman dan terarah memiliki peluang lebih besar terhindar dari eksploitasi, kekerasan, dan putus sekolah. Dalam konteks ini, peresmian Sekolah Rakyat membawa makna lebih luas: melindungi anak hari ini untuk menyehatkan masyarakat esok hari.
Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan memastikan aspek keselamatan—mulai dari lingkungan sekolah, sanitasi, hingga kesiapsiagaan—menjadi bagian dari standar layanan. Pendidikan yang aman adalah hak, bukan privilese.
Human Interest: Harapan di Bangku Sekolah
Di sekitar lokasi, para orang tua menyimpan harap sederhana. “Yang penting anak kami bisa sekolah dekat rumah dan aman,” kata seorang ibu. Harapan itu menggambarkan inti Sekolah Rakyat: bukan mengejar kemewahan, melainkan memastikan keberlanjutan belajar.
Bagi para guru, sekolah ini adalah ruang pengabdian. Mereka menyiapkan metode belajar yang kontekstual, ramah anak, dan mendorong karakter—mengajarkan disiplin, gotong royong, dan rasa percaya diri.
Negara Hadir, Daerah Bergerak
Agenda peresmian oleh Presiden juga menegaskan sinergi pusat dan daerah. Pemerintah daerah menyiapkan operasional, sementara pemerintah pusat memastikan kebijakan dan dukungan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan menjaga konsistensi layanan—agar Sekolah Rakyat tidak hanya berdiri, tetapi hidup dan berkembang.
Menatap Masa Depan dari Banjarbaru
Ketika Presiden dijadwalkan hadir di Banjarbaru, sorotan bukan hanya tertuju pada panggung peresmian. Sorotan sesungguhnya ada di ruang kelas—pada anak-anak yang akan mengisi bangku, membuka buku, dan menulis masa depan mereka sendiri.
Sekolah Rakyat adalah pengingat bahwa pembangunan paling bermakna dimulai dari manusia. Dari Banjarbaru, pesan itu bergema: pendidikan yang inklusif adalah jalan paling pasti menuju keadilan, keamanan publik, dan kemanusiaan yang berkelanjutan.







