Pyongyang (LIGA335) — Korea Utara (Korut) menyerukan sikap tegas dan konsisten untuk melawan tekanan negara-negara Barat demi mewujudkan tatanan dunia multipolar yang dinilai lebih adil dan seimbang. Seruan tersebut disampaikan dalam pernyataan resmi pemerintah Korut yang menyoroti meningkatnya apa yang mereka sebut sebagai hegemoni politik, ekonomi, dan militer Barat di panggung global.
Pernyataan itu menegaskan bahwa tekanan dan sanksi sepihak yang dipimpin Amerika Serikat beserta sekutunya tidak hanya merugikan Korut, tetapi juga mengancam kedaulatan negara-negara lain. Pyongyang menilai praktik tersebut bertentangan dengan prinsip kesetaraan antarnegara dan hukum internasional.
“Kekuatan independen harus bersatu dan bersikap teguh untuk melawan tekanan sewenang-wenang Barat. Dunia multipolar adalah jalan menuju perdamaian dan stabilitas sejati,” demikian bunyi pernyataan yang dimuat media resmi Korut.
Kritik terhadap Sanksi dan Aliansi Barat
Korut kembali mengkritik kebijakan sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya, yang menurut Pyongyang digunakan sebagai alat politik untuk menekan negara-negara yang tidak sejalan dengan kepentingan Barat. Pemerintah Korut menilai sanksi tersebut gagal melemahkan tekad rakyatnya dan justru memperkuat semangat kemandirian nasional.
Pyongyang juga menyoroti penguatan aliansi militer di kawasan Asia Timur Laut yang dipandang sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas regional. Langkah-langkah tersebut, menurut Korut, berpotensi memicu ketegangan dan perlombaan senjata.
Dorong Solidaritas Negara-Negara Berkembang
Dalam pernyataan itu, Korut mengajak negara-negara berkembang dan kekuatan non-Barat untuk mempererat solidaritas dan kerja sama strategis. Dunia multipolar disebut sebagai alternatif terhadap tatanan global yang selama ini didominasi satu atau dua kekuatan besar.
Pemimpin Korut, Kim Jong Un, sebelumnya juga menegaskan komitmen negaranya untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional di bawah tekanan eksternal. Ia menyatakan bahwa Korut akan terus memperkuat kemampuan pertahanan dan ekonomi secara mandiri.
Respons dan Tantangan Global
Seruan Korut ini muncul di tengah dinamika geopolitik global yang ditandai oleh meningkatnya persaingan kekuatan besar dan pergeseran pengaruh ke arah tatanan multipolar. Sejumlah analis menilai pernyataan tersebut sejalan dengan narasi yang juga digaungkan oleh beberapa negara yang menentang dominasi Barat dalam sistem internasional.
Meski demikian, tantangan besar tetap ada, terutama terkait isu keamanan, sanksi internasional, dan dialog diplomatik yang masih menemui jalan buntu. Ke depan, sikap dan langkah Korut akan terus menjadi sorotan dalam konstelasi politik global yang kian kompleks.







