Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menciptakan pasar besar sekaligus memberikan insentif bagi sektor peternakan nasional.
Program ini dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor hulu pangan.
Permintaan Tinggi dari Program MBG
BGN menjelaskan bahwa kebutuhan bahan pangan untuk program MBG sangat besar, terutama untuk komoditas protein seperti telur, daging ayam, dan susu.
Permintaan yang stabil dan berkelanjutan dari program ini membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha peternakan.
Dorong Produksi Peternakan
Dengan adanya kepastian pasar, peternak didorong untuk meningkatkan produksi. Selain itu, program MBG juga memberikan kepastian penyerapan hasil produksi sehingga mengurangi risiko kerugian.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional.
Insentif bagi Pelaku Usaha
BGN menilai program MBG secara tidak langsung menjadi insentif bagi sektor peternakan. Pelaku usaha mendapatkan peluang untuk memperluas skala usaha dan meningkatkan efisiensi produksi.
Selain itu, keterlibatan peternak lokal juga menjadi prioritas dalam rantai pasok program tersebut.
Perlu Dukungan Ekosistem
Agar dampak program optimal, diperlukan dukungan ekosistem yang kuat, mulai dari distribusi, logistik, hingga pembiayaan.
Koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan peternak menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan program.
Harapan Dampak Ekonomi
BGN berharap program MBG dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menggerakkan sektor peternakan.
Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan.




