ACEH UTARA (liga335) — Bencana banjir yang melanda Aceh Utara pada awal Desember 2025 telah meninggalkan dampak yang sangat besar. Hingga sebulan pascabanjir, jumlah korban jiwa tercatat mencapai 205 orang. Selain itu, ribuan warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka hancur dan kawasan yang terdampak masih terendam air.
Kerugian Fatal Akibat Banjir
Banjir besar yang melanda Aceh Utara dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi, menyebabkan sungai meluap dan menenggelamkan banyak wilayah. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa lebih dari 50.000 orang terdampak oleh bencana ini, dengan ribuan rumah dan fasilitas umum rusak parah.
“Pascabanjir, kami masih menemukan korban yang belum ditemukan atau teridentifikasi,” ujar Junaidi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh. Tim SAR dan relawan terus bekerja keras melakukan pencarian dan evakuasi di daerah yang terisolasi.
Upaya Pemulihan di Aceh Utara
Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, serta organisasi relawan telah bergerak cepat dalam membantu pemulihan. Selain menyediakan bantuan pangan dan obat-obatan, mereka juga melakukan rehabilitasi infrastruktur yang rusak, seperti jembatan, jalan, dan fasilitas publik.
“Pascabanjir ini, kita fokus pada penanganan korban dan memulihkan kondisi sosial masyarakat yang terdampak. Kami juga mempercepat pemulihan infrastruktur untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial,” kata Irwandi Yusuf, Bupati Aceh Utara.
Bantuan dari Berbagai Pihak
Bantuan terus mengalir dari berbagai instansi, baik pemerintah pusat maupun organisasi non-pemerintah (NGO). Distribusi makanan, pakaian, dan perlengkapan lainnya diutamakan untuk para pengungsi yang tinggal di posko-posko pengungsian. Selain itu, tim medis juga hadir untuk memberikan layanan kesehatan kepada para korban yang menderita akibat penyakit pascabanjir.
“Tim medis kami siaga 24 jam untuk memberikan pengobatan kepada korban yang sakit. Kami juga memberikan perhatian khusus bagi ibu hamil dan anak-anak,” jelas Dr. Rudianto, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara.
Peringatan dan Tindakan Preventif
Pemerintah daerah telah mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi banjir susulan dan meminta masyarakat untuk lebih waspada. Selain itu, pihak terkait juga telah menyiapkan rencana mitigasi bencana untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
“Penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya bencana alam dan memperbaiki sistem peringatan dini agar korban jiwa dapat diminimalisir,” ujar Junaidi, Kepala BNPB.
Harapan Pemulihan dan Keberlanjutan
Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, masyarakat Aceh Utara tetap menunjukkan semangat untuk bangkit. Pemulihan pascabanjir ini menjadi tugas bersama antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi terkait untuk membangun kembali kehidupan yang sempat terganggu.
“Kami akan terus berupaya untuk memberikan dukungan bagi warga Aceh Utara agar mereka bisa bangkit kembali dan menjalani kehidupan normal seperti sebelumnya,” tutup Bupati Aceh Utara, Irwandi Yusuf.







